Pendidikan Bermutu: “Eksperimen Sederhana Membuktikan Pengaruh Gaya terhadap Bentuk dan Gerak Benda”

Mahasiswa PK UNY terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang berkualitas dan bermakna bagi peserta didik melalui kegiatan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan keterampilan. Salah satu bentuk penerapan Sustainable Development Goals (SDGs) dalam kegiatan pembelajaran diwujudkan melalui  Pendidikan Berkualitas (Quality Education). Penerapan tersebut dilakukan dalam pembelajaran IPAS kelas IV dengan materi Gaya di Sekitar Kita. Melalui pembelajaran ini, peserta didik tidak hanya diarahkan untuk memahami konsep gaya, tetapi juga diberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi, berkomunikasi, serta menghubungkan pengetahuan yang diperoleh dengan berbagai peristiwa dalam kehidupan sehari-hari.  Pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar melalui permasalahan yang dekat dengan kehidupan mereka. Pada awal pembelajaran, guru mengajak peserta didik mengingat kembali pengalaman sehari-hari yang berkaitan dengan gaya melalui kegiatan apersepsi. Peserta didik diberikan pertanyaan mengenai kegiatan mendorong dan menarik meja atau kursi serta perubahan yang terjadi pada benda setelah diberikan gaya. Guru kemudian melakukan demonstrasi sederhana dengan meremas kertas. Kegiatan tersebut digunakan untuk membangun rasa ingin tahu peserta didik mengenai penyebab benda dapat berubah bentuk.  Selanjutnya, peserta didik diberikan kesempatan untuk mengamati video pembelajaran dan materi melalui PowerPoint mengenai jenis-jenis gaya serta pengaruhnya terhadap benda. Guru memberikan beberapa permasalahan kontekstual, seperti mengapa sepeda yang didorong dapat bergerak, apa yang terjadi ketika plastisin ditekan dengan kuat, dan bagaimana cara menghentikan bola yang sedang menggelinding.

Peserta didik kemudian diarahkan untuk memahami bahwa gaya dapat memberikan berbagai pengaruh terhadap benda, seperti membuat benda diam menjadi bergerak, membuat benda bergerak menjadi diam, mengubah arah gerak, mengubah kecepatan, serta mengubah bentuk benda.  Untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung, peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok secara heterogen. Setiap kelompok memperoleh LKPD yang berisi kegiatan penyelidikan sederhana mengenai pengaruh gaya terhadap benda. Peserta didik melakukan percobaan sesuai dengan tugas kelompoknya. Beberapa kelompok melakukan kegiatan menggelindingkan bola untuk membuktikan bahwa gaya dapat membuat benda diam menjadi bergerak. Kelompok lainnya melakukan kegiatan menangkap bola untuk membuktikan bahwa gaya dapat membuat benda bergerak menjadi diam. Terdapat pula kelompok yang mengamati perubahan arah gerak bola, perubahan kecepatan gerak bola, serta perubahan bentuk benda melalui kegiatan meremas dan melipat kertas.  Selama kegiatan penyelidikan berlangsung, peserta didik bekerja sama dengan anggota kelompok untuk melakukan percobaan, mengamati perubahan yang terjadi, dan mencatat hasil pengamatan pada LKPD. Guru berperan sebagai fasilitator yang memberikan bimbingan ketika peserta didik mengalami kesulitan. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat secara langsung dalam proses menemukan konsep, bukan hanya menerima penjelasan dari guru. Selain itu, kegiatan kelompok juga mendorong peserta didik untuk saling membantu, menyampaikan pendapat, mendengarkan pendapat teman, dan menyelesaikan tugas bersama. Hal ini sejalan dengan pengembangan kemampuan kolaborasi dan berpikir kritis yang menjadi bagian dari pembelajaran.  Setelah menyelesaikan kegiatan penyelidikan, setiap kelompok mempersiapkan hasil pengamatan dan diskusinya untuk dipresentasikan di depan kelas. Perwakilan kelompok menyampaikan hasil percobaan, sedangkan kelompok lainnya diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan dan pertanyaan. Melalui kegiatan presentasi tersebut, peserta didik dilatih untuk menyampaikan informasi secara jelas dan percaya diri serta belajar menghargai pendapat teman.

Guru kemudian bersama peserta didik melakukan analisis terhadap hasil pengamatan dan memberikan penguatan terhadap konsep yang telah dipelajari.  Penerapan pendidikan berkualitas dalam kegiatan ini juga terlihat dari adanya kegiatan refleksi dan evaluasi. Peserta didik diajak untuk mengingat kembali pengetahuan yang telah diperoleh mengenai pengaruh gaya terhadap benda serta memikirkan bagaimana pengetahuan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil kerja peserta didik serta memberikan evaluasi untuk mengetahui tingkat pemahaman mereka terhadap materi. Peserta didik juga diberikan tugas untuk mengamati dan mencatat lima contoh pengaruh gaya dalam aktivitas sehari-hari di rumah. Dengan demikian, pembelajaran tidak berhenti pada pemahaman konsep di dalam kelas, tetapi dilanjutkan dengan pengamatan terhadap lingkungan sekitar.  Melalui kegiatan pembelajaran tersebut, pendidikan Berkualitas diwujudkan dengan memberikan pengalaman belajar yang aktif, bermakna, dan kontekstual kepada peserta didik. Peserta didik memperoleh kesempatan untuk mengembangkan pengetahuan sekaligus keterampilan melalui kegiatan mengamati, mencoba, menganalisis, berdiskusi, bekerja sama, dan mengomunikasikan hasil. Pembelajaran materi gaya juga membantu peserta didik memahami bahwa konsep yang dipelajari dalam IPAS memiliki keterkaitan dengan berbagai aktivitas yang mereka lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, kegiatan pembelajaran ini diharapkan dapat mendukung terciptanya proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada hasil belajar, tetapi juga pada pengembangan keterampilan dan kemampuan peserta didik secara menyeluruh. 

 

Penulis: Dhiya Syafitri (Mahasiswa PGSD FIP UNY PK-UNY 2026/1)