You are here
Pembelajaran Hak dan Kewajiban melalui Media “Papan Hak dan Kewajiban” dengan Model Problem Based Learning di SD Negeri Adisucipto 2
Primary tabs

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan praktik mengajar di kelas IV SD Negeri Adisucipto 2 pada Kamis, 3 September 2026. Kegiatan dilaksanakan pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dengan materi Hak dan Kewajiban sebagai Anggota Keluarga dan sebagai Warga Sekolah. Kegiatan ini ditujukan kepada peserta didik kelas IV untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan kontekstual. Pelaksanaan kegiatan turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
Pembelajaran bertujuan agar peserta didik mampu memahami pengertian hak dan kewajiban serta menyebutkan dan menjelaskan contoh hak dan kewajiban sebagai anggota keluarga dan warga sekolah. Pembelajaran menggunakan pendekatan Deep Learning dengan model Problem Based Learning (PBL) melalui kegiatan tanya jawab, demonstrasi, diskusi kelompok, penugasan, praktik, dan presentasi. Kegiatan diawali dengan apersepsi dan penyajian permasalahan kontekstual mengenai hak dan kewajiban, kemudian guru menjelaskan materi dan mengajak peserta didik menggunakan media Papan Hak dan Kewajiban. Selanjutnya, peserta didik bekerja dalam kelompok yang terdiri atas 3–4 orang untuk mengerjakan LKPD Diorama dengan mengidentifikasi gambar kegiatan sebagai hak atau kewajiban, menggunting, menempelkan gambar pada diorama, dan mempresentasikan hasil pekerjaan. Dalam kegiatan ini, mahasiswa berperan sebagai pelaksana pembelajaran dengan melibatkan peserta didik dan guru dalam proses pendampingan pembelajaran.
Melalui kegiatan tersebut, peserta didik memperoleh pengalaman dalam mengidentifikasi dan membedakan hak serta kewajiban yang terdapat dalam kehidupan di rumah dan sekolah. Kegiatan diskusi, pengelompokan gambar, pembuatan diorama, dan presentasi memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, dan komunikasi. Pembelajaran menjadi lebih menarik karena peserta didik terlibat secara langsung dalam kegiatan pemecahan masalah dan praktik. Hal ini sejalan dengan upaya mendukung SDGs tujuan ke-4 melalui pembelajaran yang berkualitas, bermakna, dan berpusat pada peserta didik.
Ke depannya, penggunaan media pembelajaran yang menarik dan kegiatan berbasis masalah diharapkan dapat terus dikembangkan dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila. Peserta didik diharapkan tidak hanya memahami konsep hak dan kewajiban, tetapi juga mampu menerapkannya secara bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari di rumah maupun di sekolah. Dengan demikian, kegiatan pembelajaran dapat terus memberikan pengalaman yang bermakna, menyenangkan, dan mendukung terwujudnya pendidikan yang berkualitas sesuai dengan SDGs tujuan ke-4.
Copyright © 2026,