You are here
Edukasi Gangguan Sistem Pernapasan melalui Pembelajaran IPAS sebagai Implementasi SDGs 3
Primary tabs

Yogyakarta, 3 September 2026 – Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) melaksanakan kegiatan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dengan materi Gangguan Sistem Pernapasan di kelas VI Sekolah Dasar. Kegiatan berlangsung selama 2 jam pelajaran (2 × 35 menit) dengan sasaran seluruh peserta didik kelas VI B. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta didik mengenai pentingnya menjaga kesehatan sistem pernapasan sejak usia sekolah.
Kegiatan bertujuan untuk membekali peserta didik dengan pemahaman mengenai jenis, gejala, penyebab, dan cara pencegahan gangguan sistem pernapasan melalui pembelajaran yang aktif dan menyenangkan. Pelaksanaan menggunakan model Problem Based Learning (PBL), diawali dengan apersepsi dan pertanyaan pemantik seputar gejala gangguan pernapasan yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Guru selanjutnya menyampaikan materi mengenai berbagai gangguan sistem pernapasan, meliputi influenza, asma, covid-19, kanker paru-paru, ISPA, pneumonia, tuberkulosis (TBC), dan rhinitis. Peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengikuti misi “Cari Kartu Kasus”, yaitu mencari kartu kasus yang telah disembunyikan di dalam kelas, kemudian menganalisis jenis gangguan, gejala, penyebab atau pemicu, serta cara pencegahannya melalui Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Hasil diskusi kemudian dipresentasikan dan ditanggapi oleh kelompok lain. Sebagai penguatan pemahaman, kegiatan dilanjutkan dengan permainan edukatif “Ingat Cepat!” yang berisi soal-soal seputar gangguan dan kesehatan sistem pernapasan.
Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi peserta didik dalam meningkatkan pemahaman mengenai jenis, gejala, penyebab, dan upaya pencegahan gangguan sistem pernapasan. Selain aspek pengetahuan, kegiatan juga melatih kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan tanggung jawab melalui diskusi serta analisis kasus. Pembelajaran ini turut mendorong peserta didik untuk menghubungkan materi dengan kebiasaan hidup sehari-hari, seperti menghindari asap rokok, menjaga kebersihan lingkungan, berolahraga secara teratur, menerapkan pola hidup sehat, dan menggunakan masker ketika diperlukan. Hal ini sejalan dengan upaya mendukung pencapaian SDGs 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan literasi kesehatan sejak usia sekolah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta didik tidak hanya memahami materi secara akademik, tetapi juga mampu menerapkan kebiasaan yang mendukung kesehatan sistem pernapasan dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi kesehatan yang diberikan sejak dini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran generasi muda untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan secara berkelanjutan, sekaligus mendukung keberlanjutan pencapaian SDGs di lingkungan pendidikan.
Copyright © 2026,