You are here
Mahasiswa UNY Angkat Kearifan Lokal Memetri Sendang dalam Pembelajaran Mitigasi Bencana untuk Meningkatkan Problem-Focused Coping Siswa SD
Primary tabs

Tanah longsor masih menjadi salah satu ancaman bencana di Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya di Kabupaten Kulon Progo. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pembelajaran mitigasi bencana sejak dini bagi anak-anak di wilayah rawan longsor. Pembelajaran mitigasi bencana tidak hanya mengenalkan risiko dan langkah penyelamatan, tetapi juga membantu siswa mengenali ancaman, mengambil keputusan, dan bertindak secara tepat saat menghadapi situasi darurat. Kemampuan tersebut dikenal sebagai problem-focused coping.
Berdasarkan hasil observasi awal dan wawancara dengan kepala sekolah serta guru di SDN Totogan, SDN 1 Samigaluh, dan SDN Madigondo Wetan, ketiga sekolah tersebut berada di wilayah rawan dan pernah terdampak tanah longsor. Di sisi lain, masyarakat setempat masih melestarikan tradisi Memetri Sendang sebagai bagian dari ecoculture yang berpotensi menjadi sumber belajar dalam pembelajaran mitigasi bencana. Berangkat dari kondisi tersebut, Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Penelitian ini mengeksplorasi nilai-nilai ecoculture dalam tradisi Memetri Sendang sebagai dasar penyusunan psikoedukasi berbasis kearifan lokal untuk memperkuat problem-focused coping siswa sekolah dasar.
Tim PKM-RSH tersebut diketuai oleh Nurma Tasya Ajeng (Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar) dengan anggota Dwi Nurmaylisa (Program Studi Psikologi), Hani Suhartini (Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar), Keisya Kurnia Putri (Program Studi Pendidikan IPA), dan Syahda Nofa Sabrina (Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar). Penelitian dilaksanakan pada Juni hingga September 2026 di sejumlah sekolah dasar di Kabupaten Kulon Progo melalui pendekatan mixed methods. Tahap penelitian diawali dengan eksplorasi tradisi Memetri Sendang melalui observasi dan wawancara bersama pemangku adat, kemudian dilanjutkan dengan wawancara kepala sekolah dan guru untuk memperoleh gambaran mengenai pembelajaran mitigasi bencana di sekolah dasar. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam memanfaatkan kearifan lokal sebagai bagian dari pembelajaran mitigasi bencana yang lebih kontekstual.
Melalui penelitian ini, Tim PKM-RSH UNY berharap tradisi Memetri Sendang tidak hanya terus dilestarikan sebagai warisan budaya, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar untuk membantu siswa lebih siap menghadapi ancaman tanah longsor melalui penguatan problem-focused coping.
Copyright © 2026,