You are here
MENGAJAR, MENDAMPINGI, DAN BERTUMBUH: UNY MENGAJAR 2026 DI SD TUNAS SEJAHTERA SUNGAI TAWANG
Primary tabs

Penulis : Risalah (MAHASISWA PGSD FIP UNY PLK-UNY MENGAJAR 2026)
KAPUAS HULU – Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (FIP UNY) secara resmi menerjunkan delegasi mahasiswanya untuk berkontribusi langsung dalam dunia pendidikan di kawasan perkebunan kelapa sawit. Melalui program strategis berjudul "UNY Mengajar 2026", mahasiswa terpilih melaksanakan kegiatan magang pengabdian masyarakat di sekolah-sekolah kebun yang dikelola oleh Yayasan Tunas Lestari Sejahtera di bawah naungan PT Karyamas Plantation, Provinsi Kalimantan Barat.
Kegiatan magang pengabdian ini berlangsung selama hampir lima bulan, terhitung mulai tanggal 19 Januari hingga 7 Juni 2026. Salah satu lokasi pelaksanaan program ini adalah di SD Swasta Tunas Sejahtera Sungai Tawang yang terletak di Kecamatan Empanang, Kabupaten Kapuas Hulu. Di sekolah tersebut, penulis mendapat penugasan sebagai guru kelas magang di Kelas 1, kelas dengan dinamika belajar paling beragam dan penuh tantangan karena siswa masih dalam tahap dasar membaca dan menulis.
Program kolaboratif ini diinisiasi sebagai perwujudan nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus menjawab tantangan pemenuhan mutu dan pemerataan layanan pendidikan dasar di wilayah terpencil. Karakteristik geografis dan sosial yang unik di lingkungan perkebunan kelapa sawit menuntut hadirnya sinergi antara institusi pendidikan tinggi, pihak swasta, dan yayasan pengelola sekolah agar kualitas pendidikan anak-anak di pelosok tidak tertinggal.
Selama pelaksanaan magang, penulis berperan aktif mendampingi proses belajar-mengajar di kelas 1 dengan fokus utama pada pendampingan kegiatan belajar harian dan les membaca pagi bagi siswa yang belum lancar membaca. Program les membaca pagi ini dirancang untuk menjangkau siswa yang membutuhkan perhatian lebih dalam aspek literasi dasar, melalui pendekatan yang sabar, menyenangkan, dan sesuai dengan perkembangan anak usia dini.
Tidak hanya terbatas pada kegiatan akademis formal, penulis juga terlibat dalam berbagai kegiatan nonformal sekolah guna membangun kedekatan dan kepercayaan siswa. Interaksi langsung dengan anak-anak kelas 1 yang penuh semangat menjadi pengalaman yang membentuk karakter sebagai seorang pendidik mengajarkan bahwa mendidik bukan sekadar mentransfer ilmu, tetapi juga soal membangun rasa aman dan kecintaan belajar sejak dini.
Meskipun menghadapi berbagai tantangan seperti tingginya keberagaman kemampuan akademik siswa di kelas yang sama, keterbatasan sumber belajar, serta proses adaptasi dengan budaya masyarakat perkebunan penulis berhasil mengatasinya dengan pendekatan diferensiasi pembelajaran dan komunikasi yang inklusif bersama seluruh warga sekolah.
Program UNY Mengajar mendapatkan sambutan positif dari pihak yayasan, sekolah, siswa, maupun wali murid. Lebih dari sekadar memenuhi kewajiban akademis, pengalaman magang ini meninggalkan pelajaran paling berharga: bahwa ada kebahagiaan sederhana yang tulus di antara anak-anak Sungai Tawang, dan bahwa ketulusan para guru di sana adalah teladan nyata tentang apa artinya menjadi seorang pendidik sejati.
Copyright © 2026,