Menyalakan Mimpi di Ujung Khatulistiwa: Jejak UNY Mengajar 2026 di SD Tunas Prima Khatulistiwa

Penulis: Nia Soviani (Mahasiswa PGSD FIP UNY – Program PLK UNY Mengajar 2026)

 

Program Pembelajaran Luar Kampus (PLK) UNY Mengajar 2026 telah dilaksanakan pada 19 Januari 2026 hingga 05 Juni 2026 di SD Tunas Prima Khatulistiwa, Desa Nanga Kenepai, Kecamatan Semitau, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat. Program ini diselenggarakan oleh Universitas Negeri Yogyakarta bekerja sama dengan Yayasan Tunas Lestari Sejahtera (YTLS), sebuah yayasan pendidikan yang berada di kawasan perkebunan kelapa sawit.

Mahasiswa terlibat secara langsung dalam berbagai kegiatan pendidikan dan pengembangan sekolah. Kegiatan utama yang dilaksanakan meliputi observasi pembelajaran, penyusunan perangkat ajar, pengembangan media pembelajaran, serta kegiatan mengajar terbimbing dan mandiri pada kelas 1, kelas 2, dan kelas 3 sekolah dasar. Mata pelajaran yang diampu meliputi Bahasa Indonesia, Matematika, Pendidikan Pancasila, serta Seni Budaya dan Prakarya (SBDP). Selain itu, mahasiswa juga berpartisipasi dalam kegiatan sekolah seperti pramuka, ekstrakurikuler, penghijauan lingkungan, kegiatan keagamaan, seminar pendidikan, dan berbagai peringatan hari besar nasional.

Salah satu program yang menjadi fokus selama kegiatan berlangsung adalah penguatan budaya literasi siswa. Untuk meningkatkan minat baca, mahasiswa mengembangkan kegiatan membaca menggunakan Card Story, yaitu kartu cerita bergambar yang menarik dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Kegiatan ini membuat siswa lebih antusias dalam membaca dan memahami isi cerita. Selain itu, mahasiswa juga membiasakan siswa untuk mengisi Jurnal Literasi Harian, sebagai sarana mencatat aktivitas membaca dan refleksi sederhana terhadap bacaan yang telah mereka pelajari. Pembiasaan tersebut secara perlahan membantu meningkatkan kemampuan membaca, memperkaya kosakata, serta menumbuhkan kebiasaan membaca pada siswa.

Tidak hanya berfokus pada bidang akademik, mahasiswa juga melaksanakan program yang mendukung pembentukan karakter peduli lingkungan. Salah satu program yang mendapat sambutan positif adalah pembuatan pot gantung dari botol plastik bekas. Bersama siswa, mahasiswa mengubah limbah botol plastik menjadi pot tanaman yang kemudian digunakan untuk menghijaukan lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, siswa belajar tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi sampah plastik, sekaligus mengembangkan kreativitas melalui kegiatan daur ulang.

Kehadiran mahasiswa memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa. Pembelajaran yang dikemas melalui permainan edukatif, media pembelajaran kreatif, serta berbagai aktivitas interaktif membuat siswa lebih aktif, berani bertanya, dan percaya diri dalam mengikuti pembelajaran. Guru juga memperoleh dukungan dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.

Bagi mahasiswa, program ini menjadi pengalaman yang sangat berharga dalam memahami realitas dunia pendidikan secara langsung. Berinteraksi dengan siswa, guru, dan masyarakat di lingkungan perkebunan kelapa sawit memberikan banyak pelajaran tentang dedikasi, adaptasi, kerja sama, serta pentingnya menghadirkan pendidikan yang bermakna bagi setiap anak Indonesia tanpa memandang lokasi dan keterbatasan yang ada.

Melalui Program UNY Mengajar 2026, terbukti bahwa langkah kecil yang dilakukan dengan ketulusan dapat menghadirkan perubahan yang berarti. Kehadiran mahasiswa mungkin hanya sementara, namun semangat literasi yang tumbuh, lingkungan sekolah yang semakin hijau, serta kenangan belajar yang menyenangkan diharapkan akan terus hidup dalam diri siswa SD Tunas Prima Khatulistiwa. Program ini menjadi bukti bahwa pendidikan adalah cahaya yang mampu menjangkau hingga ke pelosok negeri dan menyalakan mimpi-mimpi besar generasi masa depan Indonesia.