PENERAPAN PROGRAM MANTIK (MANIK-MANIK CANTIK) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS SISWA SEKOLAH DASAR

Penulis : Muhammad Irfan Nur Hakim (MAHASISWA PGSD FIP UNY PLK-UNY MENGABDI 2025/2)

Yayasan Sabilussalam merupakan lembaga keagamaan non-formal yang berlokasi di daerah Wiyoro dengan agenda rutin utama berupa kegiatan mengaji Al-Qur'an dan menghafal bagi para santrinya. Mayoritas santri yang hadir merupakan siswa Sekolah Dasar dari kelas 1 hingga kelas 6 yang datang setiap harinya untuk mengikuti kegiatan keagamaan tersebut. Dalam kesehariannya, mahasiswa PLK mengamati bahwa kegiatan di yayasan hampir sepenuhnya berfokus pada aspek keagamaan tanpa menyentuh pengembangan kemampuan fisik maupun motorik santri. Hal ini menyebabkan kemampuan motorik halus para santri tidak tersalurkan dengan baik, yang terlihat dari kurangnya kesiapan sebagian santri dalam melaksanakan aktivitas yang membutuhkan koordinasi tangan secara detail. Menyadari kondisi tersebut, mahasiswa PLK berinisiatif merancang program MANTIK (Manik-Manik Cantik) sebagai upaya untuk mengisi kekosongan tersebut secara kreatif dan menyenangkan.

Program MANTIK dilaksanakan pada 28 April 2026 di pendopo Yayasan Sabilussalam Wiyoro dengan melibatkan santri dari kelas 1 hingga kelas 6 SD, dengan jumlah terbanyak berasal dari kelas 1 hingga kelas 3. Kegiatan utama dalam program ini adalah merangkai manik-manik menjadi gelang, di mana setiap santri mendapatkan warna manik-manik yang seragam namun diberikan kebebasan untuk berkreasi sesuai imajinasi masing-masing. Pendekatan ini sengaja dirancang agar santri tidak hanya melatih motorik halusnya, tetapi juga dapat mengekspresikan kreativitas mereka secara mandiri. Proses merangkai manik-manik yang membutuhkan ketelitian dan koordinasi antara jari-jari tangan dengan mata menjadi media yang efektif sekaligus menyenangkan bagi para santri. Suasana kegiatan pun berlangsung hangat dan penuh semangat karena para santri terlihat sangat menikmati pengalaman baru yang berbeda dari rutinitas harian mereka.

Melalui program MANTIK, perubahan positif mulai terlihat pada diri para santri sejak kegiatan berlangsung. Kemampuan motorik halus mereka tampak semakin terlatih, ditandai dengan gerakan jari yang lebih luwes dan koordinasi tangan-mata yang semakin baik seiring berjalannya kegiatan. Selain itu, para santri juga menunjukkan peningkatan dalam hal fokus dan kesabaran, karena merangkai manik-manik menuntut ketelitian yang tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Kreativitas masing-masing santri pun tersalurkan dengan baik melalui pola dan susunan warna gelang yang mereka ciptakan sendiri. Rasa bangga terpancar dari wajah para santri saat berhasil menyelesaikan gelang buatan mereka sendiri, sekaligus membuktikan bahwa kemampuan motorik halus mereka sesungguhnya mampu berkembang apabila diberikan ruang dan stimulus yang tepat.

Program MANTIK berhasil membuktikan bahwa pengembangan kemampuan motorik halus dapat dilakukan melalui kegiatan kreatif yang sederhana namun bermakna. Pemanfaatan manik-manik sebagai media pembelajaran terbukti mampu menstimulasi koordinasi motorik halus santri secara efektif sekaligus menyenangkan. Pengalaman ini juga membuka wawasan bahwa lembaga non-formal seperti yayasan memiliki potensi besar untuk turut berkontribusi dalam pengembangan aspek motorik anak, tidak hanya aspek keagamaan semata. Diharapkan program serupa dapat dilanjutkan atau diadopsi oleh pihak yayasan maupun kelompok pengabdian lainnya sebagai bagian dari pendekatan holistik dalam mendidik anak. Karena sejatinya, tumbuh kembang anak yang optimal membutuhkan keseimbangan antara pendidikan spiritual, akademik, dan kemampuan fisik motorik secara bersamaan.