You are here
PENERAPAN METODE FUN LEARNING MENGGUNAKAN MEDIA SEKITAR DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN AKADEMIK SANTRI YAYASAN SABILUSSALAM
Primary tabs

Penulis : Ahmad Yassin Ar Rantisi (MAHASISWA PGSD FIP UNY PLK-UNY MENGABDI 2025/2)
Yayasan Sabilussalam merupakan lembaga keagamaan non-formal yang memiliki agenda rutin tunggal, yaitu mengaji pada sore hari setelah para santri pulang dari sekolah formal. Namun, dalam perjalanannya, mahasiswa PLK melihat adanya celah akademik di mana tingkat pengetahuan umum para santri masih belum optimal. Menyadari kebutuhan tersebut, mahasiswa PLK menginisiasi program bimbingan belajar (bimbel) di luar agenda rutin yayasan sebagai solusi alternatif. Langkah ini diambil untuk mengisi ruang kosong dan membantu meningkatkan pemahaman akademik santri secara gratis. Pendekatan baru ini terbukti langsung menyita perhatian para santri sejak pertama kali diumumkan.
Untuk membangun ketertarikan, materi bimbel disesuaikan secara spesifik berdasarkan tingkat pendidikan para santri. Santri usia PAUD dan TK difokuskan pada materi calistung (baca, tulis, hitung), sedangkan tingkat SD diarahkan untuk memperdalam matematika dan bahasa Inggris. Keunikan bimbel ini terletak pada penerapan metode fun learning yang memanfaatkan barang-barang sederhana di sekitar lingkungan sebagai media belajar. Proses belajar yang interaktif ini membuat para santri sangat aktif dan lebih cepat paham dalam menyerap materi. Hal tersebut langsung terlihat dari hasil pengerjaan tugas-tugas latihan yang diselesaikan dengan baik dan benar.
Keberhasilan pemahaman tersebut secara perlahan memicu lonjakan motivasi dan keinginan belajar yang kuat dari dalam diri para santri. Rasa percaya diri mereka tumbuh pesat saat menyadari bahwa materi sekolah yang dianggap sulit ternyata bisa dikuasai dengan mudah. Mereka yang awalnya datang sekadar untuk mencoba, kini memiliki gairah besar untuk selalu hadir tepat waktu dan menanti sesi bimbel berikutnya. Pengurus yayasan pun melihat adanya perubahan positif pada hasrat belajar para santri yang semakin kompetitif secara sehat. Keinginan untuk terus berprestasi ini menjadi bukti nyata bahwa motivasi akademik mereka telah berhasil ditingkatkan. Sebagai penutup rangkaian program PLK, kegiatan bimbel ini sukses memberikan dampak instan berupa peningkatan nilai dan pemahaman harian para santri. Meskipun program ini murni inisiasi mahasiswa tanpa adanya tindak lanjut pembuatan modul untuk pengurus, aksi nyata ini telah berhasil meletakkan fondasi semangat belajar yang baru. Pengalaman berharga selama bimbel diharapkan mampu mengubah pola pikir para santri untuk tetap belajar mandiri secara kreatif di rumah. Keberhasilan program ini membuktikan bahwa pemanfaatan celah waktu dengan metode yang tepat efektif membawa perubahan positif. Oleh karena itu, inisiatif serupa sangat layak dicontoh oleh kelompok pengabdian masyarakat lainnya di masa depan.
Copyright © 2026,