Belajar Sambil Berkarya, Siswa Kelas VI SDN 1 Kebondalem Kidul Antusias Membuat Tas Ecoprint Bersama Mahasiswa PGSD UNY

Penulis : Anaku Tresa Indahati (MAHASISWA PGSD FIP UNY PLK-UNY MENGABDI 2025/2)

Kreativitas peserta didik dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan yang memadukan seni, keterampilan, dan pemanfaatan sumber daya alam di sekitar lingkungan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pelatihan pembuatan ecoprint pada media tas gendong serut yang dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dalam rangka program kerja Pembelajaran Luar Kampus (PLK) UNY. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 17 April 2026, di SDN 1 Kebondalem Kidul dan diikuti oleh 22 siswa kelas VI. Program kerja yang diinisiasi oleh mahasiswa PLK UNY ini bertujuan untuk mengenalkan teknik ecoprint sebagai salah satu bentuk seni kreatif yang memanfaatkan bahan-bahan alami, seperti daun dan bunga, untuk menghasilkan motif yang unik dan bernilai estetis. Selain meningkatkan kreativitas peserta didik, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan bahan alam yang mudah ditemukan di sekitar mereka. Sebelum praktik dimulai, siswa terlebih dahulu mendapatkan penjelasan mengenai pengertian ecoprint, manfaatnya dalam bidang seni dan lingkungan, alat dan bahan yang digunakan, serta tahapan pembuatannya. Materi disampaikan secara interaktif sehingga siswa dapat memahami konsep dasar ecoprint dengan baik. Berbagai jenis daun diperkenalkan kepada siswa untuk menunjukkan keragaman bentuk, tekstur, dan motif yang dapat dihasilkan melalui teknik ecoprint. Pada sesi praktik, setiap siswa memperoleh satu tas gendong serut berbahan kain yang digunakan sebagai media pembuatan ecoprint. Siswa kemudian memilih dan menyusun daun sesuai dengan pola yang mereka inginkan. Setelah proses penyusunan selesai, siswa mengikuti tahapan pemukulan (teknik pounding) dan pencetakan motif hingga terbentuk corak alami yang menarik pada permukaan tas. Hasil karya yang dihasilkan menunjukkan beragam motif dan desain yang berbeda, mencerminkan kreativitas serta imajinasi masing-masing peserta didik. 

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif bertanya mengenai proses pembuatan ecoprint, berdiskusi dengan teman, serta menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap hasil motif yang terbentuk. Suasana pembelajaran menjadi lebih menyenangkan karena siswa dapat belajar sambil berkreasi secara langsung menggunakan bahan-bahan alami. Menariknya, hasil karya ecoprint pada tas gendong serut yang dibuat oleh siswa tidak hanya menjadi produk seni semata, tetapi juga dimanfaatkan oleh guru sebagai salah satu bentuk penilaian pada mata pelajaran Prakarya. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang bermakna sekaligus mendukung proses pembelajaran di kelas melalui penilaian berbasis proyek dan hasil karya nyata peserta didik. Penanggung jawab kegiatan, Anaku Tresa Indahati, menyampaikan bahwa pelatihan ecoprint ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang kreatif, inovatif, dan menyenangkan bagi siswa. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik diajak memahami bahwa bahan-bahan alami di sekitar mereka dapat diolah menjadi karya yang memiliki nilai seni sekaligus nilai guna. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga dan memanfaatkan lingkungan secara bijak. Melalui program kerja ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam bidang seni dan kerajinan, tetapi juga belajar mengembangkan kreativitas, ketelitian, serta rasa percaya diri dalam menghasilkan sebuah karya. Tas gendong serut hasil ecoprint menjadi bukti nyata bahwa bahan bahan sederhana dari alam dapat diolah menjadi produk yang menarik, bermanfaat, dan bernilai estetis. Diharapkan kegiatan ini dapat menginspirasi siswa untuk terus berkarya, mencintai lingkungan, serta mengembangkan berbagai inovasi kreatif yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.