Sinergi Akademik dan Kreativitas UNY Mengabdi di Tangkilan Menghadirkan Bimbel Gratis serta Pelatihan Motorik Anak SD

Penulis : Sonya Andriana Putri Wardhani (Mahasiswa PGSD FIP UNY PLK-UNY Mengabdi 2025/2)

 

Riuh tawa dan antusiasme anak-anak memecah suasana Dusun Tangkilan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta sepanjang bulan April lalu. Bukan tanpa alasan, kehadiran sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dalam program "UNY Mengabdi" yang telah melakukan pengabdian sejak Februari lalu berhasil membawa warna baru dalam cara anak-anak setempat belajar.

Sabtu (11/4/2026), alih-alih menyodorkan tumpukan buku dan rumus yang menjenuhkan, para mahasiswa ini menggabungkan aktivitas motorik yakni meronce dengan bimbingan belajar tanpa dipungut biaya untuk membantu serta mengasah perkembangan anak secara holistik. Anak-anak tidak hanya diajak untuk menguraikan kesulitan materi pelajaran di sekolah, tetapi juga ditantang untuk fokus dan sabar merangkai manik-manik warna-warni menjadi sebuah karya.

Ide memadukan kegiatan akademik dan kreativitas ini bermula dari penemuan masalah dari salah satu mahasiswa. Pada zaman digital ini, ruang ekspresi anak seringkali dibatasi oleh adanya gadget. Dalam hal akademik juga dibatasi oleh jam sekolah dan penggunaan fasilitas yang kaku sehingga diperlukan pendampingan diluar sekolah untuk mengasah perkembangan akademik dan kreativitas mereka.

"Berdasarkan tagline 'Ilmu jadi aksi, Mengabdi dengan hati', kelompok kami ingin memberikan dampak berarti khususnya dalam bidang pendidikan kepada warga Tangkilan. Background saya yang berasal dari program studi PGSD mendasari kegiatan bimbingan belajar serta pengasahan motorik dan kreativitas anak-anak di dusun ini. Harapannya, program kerja ini bukan hanya sekedar membantu anak-anak belajar dalam akademik tetapi juga bisa menyentuh perkembangan anak secara holistik," ungkap Sonya Andriana, mahasiswa PGSD UNY yang menginisiasi program ini.

Melalui pendekatan tutor sebaya yang santai, anak-anak tidak sungkan untuk bertanya tentang PR atau materi sekolah yang dirasa sulit. Setelah otak kiri mereka bekerja keras, sesi meronce hadir sebagai penyeimbang. Kegiatan fisik yang tampak sederhana ini rupanya menjadi stimulus penting untuk melatih koordinasi mata, tangan, sekaligus mengasah kepekaan estetika anak usia sekolah dasar.

Program kerja ini menjadi media nyata untuk menerapkan teori pedagogi yang dipelajari di bangku kuliah kepada masyarakat. Melalui aksi nyata ini kelompok pengabdian UNY Mengabdi berharap kontribusi yang diberikan dapat meninggalkan manfaat jangka panjang bagi pendidikan di Tangkilan serta menjadi refleksi nyata dari implementasi ilmu perkuliahan ke tengah masyarakat.