Serunya Belajar Mitigasi Bencana: Anak-anak Kampung Jogoyudan Diajak Mengenal Bahaya Banjir Melalui Simulasi

Penulis : Dina Khoerunnisa (MAHASISWA PGSD FIP UNY PLK-UNY MENGABDI 2025/2)

 

Mahasiswa Program Pembelajaran Luar Kampus (PLK) UNY Mengabdi melaksanakan kegiatan Edukasi Mitigasi Bencana bagi anak-anak di Kampung Jogoyudan, Kelurahan Gowongan, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta pada Sabtu, 19 April 2026. Kegiatan yang bertempat di Masjid Mukhlisin ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan anak-anak terhadap potensi bencana banjir dan longsor yang dapat terjadi di kawasan bantaran Sungai Code. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengenalan bencana, tanda-tanda terjadinya banjir, langkah-langkah penyelamatan diri, serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya pencegahan bencana. Materi disampaikan secara interaktif menggunakan media presentasi yang menarik sehingga mudah dipahami oleh anak-anak.

Selain pemaparan materi, mahasiswa juga menghadirkan simulasi banjir menggunakan maket sederhana. Melalui simulasi tersebut, anak-anak dapat melihat secara langsung dampak dari saluran air yang tersumbat sampah. Saat hujan buatan disimulasikan pada maket, air meluap dan menggenangi miniatur pemukiman, sehingga anak-anak dapat memahami hubungan antara kebiasaan membuang sampah sembarangan dengan terjadinya banjir. Selama kegiatan berlangsung, anak-anak menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif bertanya, menjawab pertanyaan, serta mengikuti simulasi yang diberikan. Pendekatan edukatif yang dikemas melalui demonstrasi dan diskusi interaktif membuat materi mitigasi bencana lebih mudah dipahami dan diingat oleh anak-anak.

Melalui kegiatan ini, anak-anak diharapkan mampu mengenali tanda-tanda awal bencana banjir, mengetahui jalur evakuasi menuju titik aman, serta memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Program Edukasi Mitigasi Bencana ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa PLK UNY Mengabdi dalam membangun budaya sadar bencana sejak dini di Kampung Jogoyudan.