Wujudkan Sekolah Ramah Anak, Mahasiswa PGSD UNY Gelar Sosialisasi Anti Bullying di Kelas 3 SDN 1 Kebondalem Kidul

Penulis : Novika Nanda Prastika (MAHASISWA PGSD FIP UNY PLK-UNY MENGABDI 2025/2)

Dalam rangka mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang tergabung dalam program PLK UNY Mengabdi 2026 Desa Kebondalem Kidul menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Anti Bullying bagi siswa kelas 3A dan 3B SDN 1 Kebondalem Kidul pada Jumat, 25 April 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja bidang pendidikan dari PLK UNY Mengabdi 2026. Sosialisasi diselenggarakan oleh Novika Nanda Prastika sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam memberikan edukasi kepada peserta didik mengenai pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang bebas dari tindakan perundungan (bullying). Kegiatan sosialisasi ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memberikan pemahaman kepada siswa sekolah dasar mengenai perilaku bullying atau perundungan yang masih sering ditemukan di lingkungan sekolah. Pada usia sekolah dasar, anak-anak sedang berada pada tahap perkembangan sosial yang sangat penting sehingga diperlukan pembinaan karakter sejak dini agar mereka mampu membangun hubungan pertemanan yang sehat, saling menghargai, dan menghormati satu sama lain. Oleh karena itu, sosialisasi ini diselenggarakan sebagai upaya preventif untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya bullying serta pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan perkenalan antara mahasiswa dengan peserta sosialisasi.

Untuk membangun suasana yang menyenangkan, mahasiswa mengajak siswa melakukan ice breaking sederhana sehingga peserta lebih fokus dan antusias mengikuti kegiatan. Setelah itu, mahasiswa mulai menyampaikan materi mengenai pengertian bullying, berbagai bentuk bullying yang dapat terjadi di lingkungan sekolah, serta contoh-contoh perilaku yang sering dianggap bercanda namun sebenarnya dapat menyakiti perasaan teman. Materi yang disampaikan meliputi bullying secara verbal, fisik, maupun sosial. Selain membahas bahaya bullying, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan apabila mengalami atau menyaksikan tindakan perundungan. Siswa diberikan pemahaman bahwa mereka tidak perlu takut untuk melapor kepada guru, orang tua, maupun pihak yang dipercaya ketika menemukan tindakan bullying. Mahasiswa menekankan bahwa menghentikan bullying merupakan tanggung jawab bersama demi terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua siswa. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapatkan respons yang positif dari peserta. Siswa mengikuti kegiatan dengan penuh semangat serta menunjukkan ketertarikan terhadap materi yang disampaikan. Hal tersebut terlihat dari banyaknya siswa yang aktif menjawab pertanyaan, mengikuti permainan edukatif, serta berpartisipasi dalam diskusi selama kegiatan berlangsung. Melalui kegiatan Sosialisasi Anti Bullying ini, diharapkan peserta didik kelas 3A dan 3B SDN 1 Kebondalem Kidul memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya bullying, mampu menerapkan sikap saling menghormati dan menghargai sesama teman, serta berani mengambil tindakan yang tepat apabila menemukan perilaku perundungan di lingkungan sekolah. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya dalam mendukung terwujudnya sekolah yang ramah anak, aman, nyaman, dan bebas dari bullying.