“Be Ready, Be Safe!”: Mahasiswa PLK UNY Tanamkan Kesiapsiagaan Gempa Bumi Sejak Dini di SD Negeri Seyegan

Penulis : Sabrina (MAHASISWA PGSD FIP UNY PLK-UNY MENGABDI 2025/2)

Bencana dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Berangkat dari pentingnya kesiapsiagaan sejak usia dini, mahasiswa Program Pembelajaran Luar Kampus (PLK) Universitas Negeri Yogyakarta yang tergabung dalam kelompok Nawasena menyelenggarakan kegiatan “Be Ready, Be Safe!; Mitigasi Bencana dan Simulasi Gempa Bumi” di SD Negeri Seyegan pada Kamis, 7 Mei 2026. Kegiatan yang diikuti oleh 20 siswa kelas V ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menghadapi bencana, khususnya gempa bumi.

Pemilihan tema mitigasi gempa bumi bukan tanpa alasan. Wilayah Seyegan dan sekitarnya pernah merasakan dampak Gempa Yogyakarta tahun 2006 yang meninggalkan kerusakan di berbagai daerah. Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan kebencanaan perlu diberikan sejak dini agar siswa memiliki pemahaman yang baik mengenai langkah-langkah keselamatan yang dapat dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.

Kegiatan diawali dengan perkenalan tim pelaksana dan diskusi singkat mengenai berbagai peristiwa bencana yang pernah terjadi di Indonesia. Selanjutnya, siswa mendapatkan materi mengenai jenis-jenis bencana, penyebab dan dampaknya, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi gempa bumi. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga peserta dapat terlibat aktif selama kegiatan berlangsung.

Untuk memperkuat pemahaman siswa, tim pelaksana memperkenalkan Tas Siaga Bencana yang berisi perlengkapan penting dalam kondisi darurat, seperti air minum, makanan ringan, obat-obatan, senter, dan peluit. Suasana kegiatan juga dibuat lebih menarik melalui lagu Siap Siaga Bencana yang dinyanyikan bersama sebagai media edukasi yang menyenangkan dan mudah diingat oleh peserta.

Puncak kegiatan dilaksanakan melalui simulasi gempa bumi yang dirancang menyerupai kondisi nyata. Saat sirine dibunyikan, siswa mempraktikkan prosedur perlindungan diri dengan berlindung di bawah meja sambil melindungi kepala. Setelah kondisi dinyatakan aman, mereka melakukan evakuasi secara tertib menuju titik kumpul yang telah ditentukan dengan pendampingan dari Tim PLK Nawasena.

Sebagai penguatan materi, peserta juga menyaksikan dokumenter mengenai Gempa Yogyakarta tahun 2006 yang berpusat di wilayah Pundong, Bantul. Melalui tayangan tersebut, siswa memperoleh gambaran nyata mengenai dampak bencana sekaligus memahami pentingnya kesiapsiagaan dalam mengurangi risiko dan korban ketika bencana terjadi.

Penanggung jawab kegiatan, Syahda Nofa Sabrina, menyampaikan bahwa edukasi mitigasi bencana perlu ditanamkan sejak usia sekolah dasar karena anak-anak merupakan salah satu kelompok yang rentan saat terjadi bencana. Menurutnya, kegiatan ini diharapkan tidak hanya menambah pengetahuan siswa, tetapi juga membentuk keberanian, ketenangan, dan kemampuan mengambil keputusan yang tepat dalam situasi darurat.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Berdasarkan hasil refleksi dan evaluasi, siswa menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai jenis-jenis bencana, langkah penyelamatan diri saat gempa bumi, serta pentingnya kesiapsiagaan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan “Be Ready, Be Safe!”, mahasiswa PLK UNY berharap budaya sadar bencana dapat tumbuh di lingkungan sekolah sehingga siswa SD Negeri Seyegan menjadi generasi yang lebih tangguh, sigap, dan siap menghadapi berbagai risiko bencana di masa mendatang.